Beli Saham Karena Viral? Hati-Hati Jebakan yang Satu Ini

Jangan asal ikut tren saham. Pakar mengingatkan investor untuk memahami isi portofolio sebelum menambah investasi.

Beli Saham Karena Viral? Hati-Hati Jebakan yang Satu Ini
Investasi
Bacakan Artikel

Setiap hari pasar selalu menawarkan cerita baru.

Pagi ini investor ramai membicarakan kecerdasan buatan (AI). Besok mungkin giliran saham energi karena konflik Timur Tengah. Minggu depan, perhatian bisa beralih ke perusahaan teknologi yang dikabarkan akan melantai di bursa.

Bagi investor muda, arus informasi tersebut hadir tanpa henti. Notifikasi aplikasi investasi, unggahan media sosial, podcast keuangan, hingga grup diskusi saham terus memunculkan peluang baru yang terlihat menjanjikan.

Masalahnya, tidak semua peluang baru benar-benar baru.

Sering kali investor terlalu sibuk mencari saham berikutnya untuk dibeli, tetapi lupa memeriksa isi portofolio yang sudah dimiliki.

Ketika Investor Terjebak Tren

Fenomena ini banyak terjadi saat tema AI mulai mendominasi pasar global.

Di Amerika, Nvidia, Microsoft, atau Alphabet menjadi motor penggerak pasar, banyak investor langsung mencari saham atau instrumen investasi yang berkaitan dengan AI.

Padahal, tidak sedikit investor yang sebenarnya sudah memiliki eksposur pada sektor teknologi sejak lama.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: