Beli Saham Karena Viral? Hati-Hati Jebakan yang Satu Ini

Jangan asal ikut tren saham. Pakar mengingatkan investor untuk memahami isi portofolio sebelum menambah investasi.

Beli Saham Karena Viral? Hati-Hati Jebakan yang Satu Ini
Investasi
Bacakan Artikel

Di atas kertas jumlah investasinya bertambah. Namun secara substansi, eksposurnya tetap terkonsentrasi pada kelompok perusahaan yang sama.

Kondisi tersebut membuat portofolio lebih rentan ketika sektor teknologi mengalami tekanan.

Informasi Melimpah, Evaluasi yang Hilang

Menurut Analis Morningstar Zachary Evens, investor perlu memahami seberapa besar eksposur yang dimiliki terhadap sektor atau tema investasi tertentu.

Hal tersebut menjadi semakin penting ketika pasar menghadapi ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik, perubahan kebijakan ekonomi, hingga perlambatan pertumbuhan global.

โ€œJika mereka tidak nyaman dengan eksposur tersebut, mereka mungkin perlu mempertimbangkan rebalancing ke investasi yang lebih terdiversifikasi,โ€ kata Evens.

Tantangan terbesar investor saat ini bukan lagi kekurangan informasi.

Justru sebaliknya, informasi tersedia dalam jumlah yang berlebihan. Hampir setiap hari ada saham yang disebut sebagai peluang emas berikutnya. Ada sektor yang diprediksi akan menjadi pemenang baru. Ada perusahaan yang dianggap akan mencetak pertumbuhan luar biasa.

Di tengah hiruk-pikuk tersebut, banyak investor lupa melakukan satu hal yang paling mendasar: mengevaluasi portofolionya sendiri.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: