Surplus 72 Bulan Pecah Telur, Mirae Asset Spill Saham yang Tetap Setrong!

Surplus 72 Bulan Pecah Telur, Mirae Asset Spill Saham yang Tetap Setrong!
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan pasar saham pada semester II-2026 bakal sangat bergantung pada ketahanan sektor eksternal Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih belum menentu, para investor diimbau untuk lebih selektif dan tidak asal pilih saham.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan bahwa kemampuan emiten untuk tetap mempertahankan kinerjanya di tengah era suku bunga tinggi akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar.

"Kami melihat investor bakal makin concern sama kualitas fundamental perusahaan," kata Rully. Menurutnya, di tengah situasi makroekonomi yang terus dinamis, emiten yang punya likuiditas tebal, kualitas aset yang oke, dan performa bisnis yang berkelanjutan bakal lebih dilirik ketimbang saham-saham yang gampang goyah akibat sentimen pasar.

Atas dasar itulah, Mirae Asset masih menjagokan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai pilihan utama (top pick) di sektor perbankan. BBCA dinilai punya fondasi bisnis yang jauh lebih kokoh dibanding bank-bank besar lainnya. Hal ini terlihat dari potensi ekspansi net interest margin (NIM), likuiditas yang aman dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 74,1%, serta kualitas kredit yang terjaga dengan gross non-performing loan (NPL) di angka 1,8% dan cost of credit yang stabil pada level 6 basis poin.

"Saat likuiditas perbankan lagi agak ketat, posisi BBCA relatif lebih aman dibanding bank besar lainnya," tambah Rully. Ia juga mengingatkan investor untuk tetap menyeimbangkan analisis makro dengan riset mendalam pada fundamental emiten agar bisa menghadapi volatilitas pasar dengan optimal.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2