Beli Saham Karena Viral? Hati-Hati Jebakan yang Satu Ini

Jangan asal ikut tren saham. Pakar mengingatkan investor untuk memahami isi portofolio sebelum menambah investasi.

Beli Saham Karena Viral? Hati-Hati Jebakan yang Satu Ini
Investasi
Bacakan Artikel

Mereka mungkin telah membeli saham teknologi, reksa dana saham global, atau instrumen investasi lain yang sebagian dananya sudah ditempatkan pada perusahaan-perusahaan yang kini menjadi pusat perhatian pasar.

Tanpa disadari, keputusan membeli aset baru justru membuat portofolio semakin terkonsentrasi pada sektor yang sama.

Kepala Riset TMX VettaFi Todd Rosenbluth mengatakan investor perlu memahami apa yang dimiliki sebelum memutuskan membeli investasi baru.

โ€œSebelum membeli apa pun, penting untuk melihat kepemilikan terbesarnya terlebih dahulu. Setelah itu, bandingkan dengan aset yang sudah Anda miliki,โ€ ujarnya, mengutip CNBCย Make It, Rabu (24/6/2026). .

Pesan tersebut pada dasarnya sederhana: jangan membeli sesuatu hanya karena sedang populer.

Banyak yang Merasa Diversifikasi, Padahal Belum

Salah satu kesalahan yang kerap terjadi di kalangan investor ritel adalah merasa telah memiliki portofolio yang beragam hanya karena memegang banyak instrumen investasi.

Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, sebagian besar dana mereka bisa saja mengarah ke sektor yang sama.

Misalnya, seorang investor memiliki saham teknologi, kemudian membeli instrumen bertema AI, lalu menambah lagi saham perusahaan teknologi yang sedang naik daun.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: