Surplus 72 Bulan Pecah Telur, Mirae Asset Spill Saham yang Tetap Setrong!
Kalcernomics.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan pasar saham pada semester II-2026 bakal sangat bergantung pada ketahanan sektor eksternal Indonesia
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan bahwa kemampuan emiten untuk tetap mempertahankan kinerjanya di tengah era suku bunga tinggi akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar
"Kami melihat investor bakal makin concern sama kualitas fundamental perusahaan," kata Rully
Atas dasar itulah, Mirae Asset masih menjagokan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai pilihan utama (top pick) di sektor perbankan
"Saat likuiditas perbankan lagi agak ketat, posisi BBCA relatif lebih aman dibanding bank besar lainnya," tambah Rully
Alarm dari Defisit Neraca Perdagangan
Di sisi lain, Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menyebut fokus pasar sekarang mulai bergeser ke kemampuan Indonesia dalam menjaga ketahanan eksternal
Menurut Novani, jebolnya neraca dagang ini dipicu oleh lesunya perdagangan global, normalisasi harga komoditas, dan tingginya angka impor migas
"Berakhirnya surplus 72 bulan ini jadi sinyal kalau bantalan eksternal kita mulai menipis. Efeknya, kita jadi makin bergantung sama aliran modal asing (portfolio inflow) untuk menjaga stabilitas eksternal," jelas Novani
Ke depan, pergerakan Rupiah dan sentimen pasar akan sangat ditentukan oleh pemulihan permintaan global, pergerakan harga komoditas, kebutuhan impor energi, serta efektivitas kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE)