Antisipasi Risiko, KMR Tarik 300 Ton Minyakita dan Buka Layanan Penukaran bagi Konsumen

Antisipasi Risiko, KMR Tarik 300 Ton Minyakita dan Buka Layanan Penukaran bagi Konsumen
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) menarik sekitar 300 ton produk Minyakita dari peredaran sebagai langkah antisipatif untuk memastikan perlindungan konsumen sekaligus mendukung proses investigasi atas laporan dugaan penurunan kualitas produk yang disalurkan melalui program bantuan pangan pemerintah. Penarikan dilakukan secara proaktif meskipun produk yang diduga terdampak diperkirakan hanya sekitar 100 ton.

Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk serta memastikan setiap laporan yang disampaikan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Bersamaan dengan proses penarikan produk, PT KMR juga berkoordinasi dengan pemerintah, Perum BULOG, aparat penegak hukum, dan laboratorium independen untuk mengidentifikasi penyebab munculnya dugaan penurunan kualitas produk.

Laporan mengenai produk Minyakita yang diduga mengalami penurunan kualitas pertama kali diterima dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kemudian disusul oleh sejumlah daerah lain, antara lain Klaten, Karanganyar, dan Sragen. Sejumlah penerima bantuan pangan pemerintah mengeluhkan minyak goreng berukuran dua liter yang memiliki aroma menyerupai solar, warna lebih pekat, serta memengaruhi cita rasa makanan saat digunakan untuk memasak.

Salah satu penerima bantuan, Tri Yuni, warga Desa Wonoboyo, Kabupaten Wonogiri, menyampaikan bahwa produk Minyakita yang diterimanya melalui program bantuan pangan pada 10 Juni 2026 memiliki aroma yang tidak sedap sehingga makanan yang diolah menggunakan minyak tersebut terasa pahit.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah bersama Perum BULOG melakukan penarikan produk dari masyarakat serta membuka layanan penukaran minyak goreng bagi penerima bantuan. Pada saat yang sama, investigasi dilakukan bersama aparat kepolisian dan laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya dugaan kontaminasi pada produk.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: