WMPP Targetkan Pendapatan Tumbuh 50%

WMPP Targetkan Pendapatan Tumbuh 50%
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Emiten consumer goods dan agricultural commodities nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan sampai dengan kuartal III 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp961,9 miliar secara konsolidasi, atau meningkat 40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, perseroan mengantongi laba kotor sebesar Rp 20,1 miliar, atau meningkat 252% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga mendorong perolehab laba bersih sebesar Rp92,9 miliar, naik 154% secara year on year.

Dari sisi kontribusi produk, segmen karkas ayam menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan  dengan penjualan mencapai Rp 750,3 miliar, meningkat 70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, segmen daging sapi dan produk olahan menyumbang Rp 112,3 miliar, diikuti segmen telur sebesar Rp 47,4 miliar serta kontribusi dari produk-produk lainnya.

"Pencapaian hingga Kuartal III 2026 menunjukkan bahwa upaya efisiensi dan peningkatan utilisasi fasilitas eksisting yang telah dilakukan mulai membuahkan hasil. Dengan tren ini, kami menargetkan pendapatan hingga akhir tahun 2026 dapat meningkat hingga 50% dibandingkan tahun 2025,” jelas Tumiyono, CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk dalam keterangan pers, Rabu (4/11/2026).

Ke depannya, lanjut dia, perseroan akan terus mengoptimalkan kapasitas produksi dan memperluas peluang pasar untuk menangkap potensi peningkatan permintaan produk pangan. Berbagai program strategis emerintah yang mendukung penguatan sektor pangan nasional juga merupakan peluang bagi perseroan untuk memperkuat posisi bisnis dan mendorong pertumbuhan sektor pangan nasional.

Pihaknya mencatat, penguatan struktur keuangan perseroan juga terlihat dari perbaikan rasio lancar per kuartal III 2026 yang mencapai 1,6 kali. "Perseroan akan terus berupaya untuk meningkatkan perbaikan produktivitas dan kinerja operasional, melakukan pengembangan pasar dan meningkatkan kekuatan struktur keuangan," pungkas Tumiyono.