Output Gap Jadi Kunci di Balik Keberanian BI dan Pemerintah Meningkatkan Uang Beredar

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini merilis laporan yang menunjukkan bahwa jumlah uang yang beredar dalam perekonomian Indonesia, atau yang dikenal sebagai M2, mencapai Rp 9.657,1 triliun per Agustus 2...

Output Gap Jadi Kunci di Balik Keberanian BI dan Pemerintah Meningkatkan Uang Beredar
Bacakan Artikel

Langkah BI dan Kementerian Keuangan dalam meningkatkan likuiditas ini layak mendapat pujian karena menunjukkan kerja sama yang solid untuk menggerakkan roda perekonomian. BI telah menggelontorkan likuiditas sebesar Rp 800 triliun sepanjang 2025 melalui berbagai kebijakan, seperti menurunkan jumlah outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) , memberikan diskon Giro Wajib Minimum (GWM), dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Penurunan dari SRBI berarti efektif menyumbang likuiditas sebesar Rp 9 triliun hanya dari SBN," jelas Emil.

Sementara itu, Kementerian Keuangan mempercepat belanja pemerintah, yang sempat tersendat di awal tahun. Realisasi belanja pemerintah sampai dengan 31 Agustus telah mencapai Rp 1.960,3 triliun atau 55,6 persen dari target outlook pemerintah. Sinergi ini sangat positif dan berhasil mengubah narasi "uang kering" di paruh pertama 2025 menjadi momentum pertumbuhan di semester kedua"tambah Emil.

"Langkah BI dan Kementerian Keuangan ini adalah bukti nyata komitmen untuk menggerakkan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. Dengan memanfaatkan output gap, kedua institusi ini telah membuka peluang untuk pertumbuhan yang lebih tinggi dengan risiko inflasi yang terkendali dalam waktu dekat. Ke depan, jika pertumbuhan ekonomi mendekati 5,4% atau lebih, BI dan pemerintah mungkin perlu menyesuaikan kebijakan untuk mencegah ekonomi overheat. Namun, untuk saat ini, langkah berani ini adalah awal yang baik dari berbagai upaya mendorong pertumbuhan lainnya menuju Indonesia Emas 2045" tutup Emil.

Pilih Halaman: