News and Education Versi penuh
global vibes

Wall Street Cetak Rekor Baru, Begini Prediksi Nasib IHSG Hari Ini

Oleh Ahmad Syarifudin 07 Jul 2026 08:00 2 menit baca

Kalcernomics.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Senin (6/7/2026). Indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high), sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga ditutup menguat, didorong reli saham-saham sektor teknologi.

Dow Jones naik 0,29%, S&P 500 menguat 0,72%, sedangkan Nasdaq Composite melesat 1,12%. Penguatan dipimpin oleh saham teknologi yang masih mendapat dorongan dari optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

ETF sektor teknologi Technology Select Sector SPDR naik hampir 2%. Sejumlah saham teknologi mencatat kenaikan signifikan, di antaranya Western Digital yang melonjak sekitar 7%, Teradyne naik 2,8%, Marvell Technology menguat lebih dari 1%, dan Oracle bertambah 2,5%.

Di sisi lain, saham Microsoft turun hampir 1% setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan atau sekitar 2,1% dari total tenaga kerjanya.

Sementara itu, saham Dell Technologies melonjak lebih dari 4% setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempromosikan produk komputer Dell dari Gedung Putih usai membunyikan lonceng pembukaan perdagangan.

Berbeda dengan Wall Street, pergerakan bursa saham Asia-Pasifik cenderung bervariasi. Investor masih mencermati perkembangan sektor AI sekaligus menunggu risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Juni yang dijadwalkan dirilis pekan ini.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak datar dengan turun tipis 0,01%, sedangkan Topix naik 0,92%. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,46% dan Kosdaq turun 2,46%.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,15%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,14%, sedangkan Taiex Taiwan turun 0,48%.

Pelaku pasar juga menanti laporan keuangan sejumlah perusahaan global seperti Delta Air Lines, PepsiCo, dan Samsung Electronics. Samsung diperkirakan membukukan lonjakan laba hingga sekitar 18 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat tingginya permintaan chip memori untuk kebutuhan AI.

Dari pasar domestik, tim riset BNI Sekuritas mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya ditutup naik 0,69%. Namun demikian, kenaikan tersebut masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp163 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BMRI, MAPI, AMMN, BREN, dan TLKM.

Meski sentimen global masih cukup positif, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi mengalami koreksi yang masih tergolong wajar pada perdagangan hari ini. Level support diperkirakan berada di kisaran 5.800-5.875, sementara area resistance berada pada level 5.950-6.000.

Untuk strategi perdagangan jangka pendek, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, yakni ICBP, UNTR, TPIA, TLKM, ITMG, dan ADRO dengan pendekatan speculative buy sesuai area beli dan batas cut loss yang telah ditentukan.

Topik terkait
Bursa saham Amerika Serikat (AS) Prediksi IHSG Indeks Dow Jones