Transaksi Melonjak Drastis, Benarkah Pengendali Kioson (KIOS) Mau Lepas Saham? Ini Faktanya!
Kalcernomics.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan tertulis kepada manajemen PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terkait volatilitas dan lonjakan tidak biasa pada aktivitas transaksi saham perusahaan. Berdasarkan surat tanggapan resmi bernomor 27/KIOS-BEI/VI/2026 yang dirilis Kamis (25/6/2026), manajemen KIOS menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkap ke publik.
Lonjakan signifikan tersebut terpantau terjadi pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026. Dalam satu hari bursa, aktivitas transaksi saham KIOS melesat tajam menjadi 254.175.100 saham dengan frekuensi sebanyak 17.616 kali. Angka ini berbanding terbalik dari hari bursa sebelumnya yang hanya mencatatkan transaksi 6.408.800 saham dengan frekuensi 550 kali.
Sejalan dengan meroketnya volume perdagangan, harga saham emiten teknologi ini juga ditutup melonjak sebesar Rp21 atau naik 24,14% ke posisi Rp108 per lembar saham, dari harga penutupan sebelumnya yang berada di level Rp87. Menariknya, kenaikan ini terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru sedang mengalami pelemahan sebesar 60,45 poin.
Merespons pertanyaan otoritas bursa mengenai rumor ataupun aksi korporasi terdekat, Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, Ornela Bartin Sutan Giri, memastikan bahwa perusahaan bersih dari agenda rahasia.
"Untuk saat ini, Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang)," tulis Ornela dalam surat klarifikasi tersebut.
Manajemen juga menambahkan bahwa mereka tidak mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau perubahan kepemilikan dari pemegang saham tertentu.
Terkait posisi pemegang saham utama, pihak KIOS telah berkoordinasi dengan PT Artav Mobile Indonesia (AMI) selaku pemegang saham pengendali. AMI menegaskan bahwa porsi kepemilikan mereka di KIOS bersifat investasi jangka panjang, dan hingga saat ini tidak memiliki rencana untuk memangkas atau mengurangi kepemilikan sahamnya di perseroan.