Kalcernomics.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) resmi mengantongi persetujuan dari para pemegang saham untuk membagikan dividen tunai dari saldo laba tahun buku 2025. Keputusan strategis ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat, 19 Juni 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 67,111% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Dalam agenda kedua RUPST, emiten berkode saham SSIA ini memutuskan untuk membagikan dividen tunai dengan nilai total sebanyak-banyaknya Rp23.526.247.200. Melalui alokasi tersebut, para pemegang saham yang berhak akan menerima pembayaran dividen sebesar Rp5 per lembar saham. Langkah ini menjadi salah satu bentuk komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada investor pasar modal.
Selain dialokasikan sebagai dividen, pemegang saham juga menyetujui penyisihan dana sebesar Rp1.000.000.000 dari saldo laba untuk dana cadangan Perseroan. Sementara itu, sisa dari saldo laba tahun buku 2025 setelah dikurangi dana cadangan dan dividen tunai akan tetap dibukukan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh SSIA.
Berdasarkan jadwal yang dirilis perusahaan, periode perdagangan saham yang mengandung hak dividen atau Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi jatuh pada tanggal 29 Juni 2026, diikuti Pasar Tunai pada 1 Juli 2026. Sedangkan untuk periode Ex Dividen dijadwalkan pada 30 Juni 2026 untuk Pasar Reguler dan Negosiasi, serta 2 Juli 2026 untuk Pasar Tunai.
Investor yang berhak menerima dividen harus terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (Recording Date) pada tanggal 1 Juli 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, PT Surya Semesta Internusa Tbk dijadwalkan akan melakukan proses pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham pada tanggal 23 Juli 2026.
Selain pembagian dividen, dalam rangkaian RUPS tersebut Perseroan juga menggelar RUPS Luar Biasa (RUPSLB). Rapat luar biasa tersebut memberikan restu atas rencana Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) maksimal 5% untuk program Management and Employee Stock Option Program (MESOP), serta menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar perusahaan terhadap KBLI 2025.