SIG Perluas Pasar Beton Siap Pakai Ritel dengan Inovasi MiniMix

SIG Perluas Pasar Beton Siap Pakai Ritel dengan Inovasi MiniMix
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membidik peluang pertumbuhan pembangunan dan renovasi rumah di kawasan permukiman padat melalui layanan MiniMix, solusi beton siap pakai berukuran mini yang dirancang untuk menjangkau area dengan akses jalan terbatas yang tidak dapat dilalui truk mixer konvensional. Inovasi ini membuka pasar baru beton siap pakai di segmen retail untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan renovasi hunian atau property di kawasan perkotaan.

Melalui unit bisnis PT Solusi Bangun Beton, SIG melihat potensi pasar beton siap pakai terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan penyangga perkotaan, kebutuhan hunian baru, hingga maraknya renovasi dan pengembangan properti eksisting. Tren konsumen yang semakin mengutamakan efisiensi pengerjaan, kepraktisan, dan kepastian mutu juga mendorong peningkatan permintaan layanan beton siap pakai skala kecil dan menengah.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan bahwa tantangan pembangunan di Kawasan permukiman padat justru membuka peluang bisnis baru yang potensial bagi perusahaan untuk menghadirkan solusi konstruksi yang lebih adaptif dan efisien.

โ€œSebagai pemain utama di industri bahan bangunan, SIG terus menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin beragam. Melalui layanan MiniMix, SIG membawa beton berkualitas tinggi yang biasa digunakan pada bangunan bertingkat ke area permukiman padat yang sebelumnya sulit dijangkau truk beton konvensional. Solusi ini membantu masyarakat mewujudkan hunian yang lebih kuat, aman, dan berkualitas,โ€ kata Vita Mahreyni.

MiniMix merupakan layanan armada truk pengantar beton berukuran kecil yang dioperasikan PT Solusi Bangun Beton. Dengan dimensi lebar 2,2 meter, tinggi 3,2 meter, dan panjang 6,4 meter, armada ini dirancang agar mampu mengakses jalan sempit dan area padat penduduk yang tidak dapat dilalui truk mixer konvensional.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: