Perkuat Sinergi Grup, Capital Financial (CASA) Bidik Pendapatan Rp5,57 Triliun di 2026
Kalcernomics.com - Perusahaan penyedia jasa keuangan dan investasi, PT Capital Financial Indonesia Tbk (IDX:CASA), sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan penting yang berlangsung di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta Selatan, pada Kamis (25/6), tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis mulai dari penggunaan laba bersih hingga rencana pendanaan korporasi.
Dalam agenda RUPST, para pemegang saham secara resmi menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan serta Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Emiten berkode saham CASA ini tercatat berhasil membukukan laba bersih yang cukup signifikan sepanjang tahun lalu, yakni mencapai Rp189.659.000.873 (Rp189,6 miliar).
Terkait perolehan keuntungan tersebut, pemegang saham menyepakati penetapan alokasi laba bersih untuk memperkuat internal perusahaan. Sebesar Rp500.000.000 dialokasikan sebagai dana cadangan wajib Perseroan. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp189.159.000.873 akan dibukukan sebagai laba ditahan (retained earnings) sehingga manajemen memastikan tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku ini.
Direktur Utama CASA, Maliana Herutama Malkan, menjelaskan dalam acara Public Expose bahwa keputusan tidak membagikan dividen diambil demi masa depan perusahaan. Langkah ini dinilai strategis guna memperkuat struktur modal, mendukung pertumbuhan, serta membiayai kegiatan operasional dan ekspansi usaha ke depan. Struktur neraca CASA sendiri tercatat solid dengan total aset mencapai Rp37,30 triliun, liabilitas Rp24,67 triliun, ekuitas Rp10,40 triliun, dan dana peserta sebesar Rp2,23 triliun per akhir 2025.
Sepanjang tahun 2025, CASA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,72 triliun, atau setara dengan 72,68% dari target yang dicanangkan sebesar Rp7,87 triliun. Meskipun pendapatan belum mencapai target penuh, raihan laba bersih sebesar Rp189,66 miliar mencerminkan performa yang cukup baik. Realisasi laba bersih tersebut berhasil mencapai 90,60% dari target awal yang dipatok sebesar Rp209,33 miliar.
Memasuki tahun buku 2026, PT Capital Financial Indonesia Tbk memilih untuk memasang target kinerja keuangan yang cenderung konservatif namun tetap terukur. Perseroan membidik total pendapatan usaha sebesar Rp5,57 triliun. Sementara itu, untuk pos bottom line, emiten jasa keuangan ini membidik target perolehan laba bersih sebesar Rp149,58 miliar pada akhir tahun nanti.
Untuk merealisasikan target performa di tahun 2026, manajemen CASA telah menyiapkan peta jalan bisnis yang berfokus pada penguatan landasan internal. Strategi ini akan diimplementasikan melalui penataan organisasi internal, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta peningkatan sinergi yang lebih solid antar-segmen usaha di dalam grup.
Selain penguatan internal, ekspansi usaha juga akan tetap berjalan secara selektif melalui skema kerja sama strategis, optimalisasi penjualan silang (cross-selling), dan program referensi (referral). Manajemen menegaskan komitmen penuh mereka dalam pemeliharaan kualitas aset. Hal ini dilakukan guna memastikan portofolio keuangan perusahaan tetap prima di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Sebagai pilar penutup strategi usaha, CASA fokus pada peningkatan pelayanan nasabah dengan mengandalkan pengembangan teknologi digital guna memperluas aksesibilitas. Langkah digitalisasi ini didukung oleh ekosistem grup yang kini telah menggurita di berbagai sektor, mencakup Asuransi Jiwa, Dana Pensiun, Manajer Investasi, Modal Ventura, Peer-to-Peer (P2P) Lending, Penyedia Jasa Pembayaran, hingga Perbankan.
Di sisi lain, melalui RUPSLB, pemegang saham juga memberikan kepastian manajemen dengan menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi untuk jangka waktu 5 tahun ke depan demi menjaga kesinambungan bisnis. Selain itu, Direksi juga mendapatkan mandat untuk mengalihkan, melepaskan hak, atau menjadikan kekayaan Perseroan sebagai jaminan utang dalam kurun waktu satu tahun ke depan melalui penerbitan efek utang atau sukuk, baik skema umum maupun private placement, guna keperluan pendanaan maupun refinancing.