Obligasi dan Sukuk Rp2,5 T Oversubscribed, IJE Anak Usaha WIFI Cetak Largest Milestone

Jakarta, 14 Juli 2025 - Obligasi dan sukuk yang diterbitkan oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) atau WEAVE, anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) senilai Rp2,5 triliun menjadi s...

Obligasi dan Sukuk Rp2,5 T Oversubscribed, IJE Anak Usaha WIFI Cetak Largest Milestone
Bacakan Artikel

Jakarta, 14 Juli 2025 - Obligasi dan sukuk yang diterbitkan oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) atau WEAVE, anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) senilai Rp2,5 triliun menjadi salah satu surat utang paling menarik pada tahun 2025. Tak tanggung-tanggung, surat utang ini ludes dalam kurun waktu singat singkat. Penawaran Obligasi II dan Sukuk Ijarah I Tahun 2025 dengan nilai masing-masing maksimal Rp1,25 triliun diserbu para investor hanya dalam kurun waktu 2 hari bursa di tanggal 2 dan 3 Juli 2025.

Dalam penerbitan Obligasi dan sukuk kali ini, Weave menggandeng 8 perusahaan sekuritas sebagai Joint-Lead Underwriters (JLU), yaitu RHB Sekuritas Indonesia, Bahana Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Ciptadana Sekuritas Asia, KB Valbury Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan UOB Kay Hian Sekuritas. Minat investor yang begitu tinggi membuat penerbitan surat utang ini mengalami kelebihan permintaan atau over subscribed.

Penawaran surat utang ini bahkan menyaingi skala beberapa emiten besar lain yang biasa menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB). "Oversubscribenya berapa? Tentunya kita tidak bisa disclose ya, hanya bisa dipastikan oversubscribe, dan terpaksa langsung di-stop. Langsung Rp2,5 triliun dalam satu putaran ini sangat jarang terjadi," ungkap Thomas Nugroho Direktur Utama RHB Sekuritas, pada Jumat (11/7/2025).

Thomas melanjutkan, bahwa hanya IJE yang statusnya anak perusahaan tapi memiliki skala paling besar Rp2,5 triliun, mendapat minatnya paling tinggi, dan yang penting adalah oversubscribe, di tengah kondisi ekonomi yang sekarang yang sedang worry itu luar biasa. Apalagi ini bukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).

Thomas juga menjelaskan bahwa awalnya Corporate Financing RHB Sekuritas sempat khawatir, tapi pada kenyataannya setelah NTT East masuk ke dalam PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) atau WEAVE, demand masuk dari investor-investor institutional, sampai oversubscribe. "Setelah kita cek di belakang juga, dalam kurun waktu, mungkin 6 bulan terakhir, dan yang setahun kebelakang, nilai Rp2,5 triliun ini untuk emisi issuance obligasi dan cukup terbesar untuk internet murah untuk rakyat, ini sangat luar biasa," tegas Thomas.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: