KIA Ceramics Berencana Garap Bisnis Properti Sewa dan Gudang Senilai Rp3,5 Miliar

KIA Ceramics Berencana Garap Bisnis Properti Sewa dan Gudang Senilai Rp3,5 Miliar
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Produsen bahan bangunan tanah liat dan keramik, PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk ("Perseroan"), mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha baru yang bergerak di bidang penyewaan gudang serta aktivitas real estat nonhunian. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan optimalisasi aset-aset perusahaan yang saat ini belum termanfaatkan secara maksimal (idle assets).

Berdasarkan Keterbukaan Informasi yang dirilis pada Senin (22/6/2026), kegiatan usaha baru yang dibidik mencakup Penyewaan Gudang dan Fasilitas Penyimpanan Mandiri (KBLI 68126) serta Aktivitas Real Estat (Bangunan dan Lahan) Nonhunian Lainnya Milik Sendiri atau Sewa (KBLI 68129). Melalui ekspansi ini, Perseroan akan memanfaatkan area Bangunan Gudang seluas 4.590 mยฒ dan Bangunan Pabrik seluas 45.648 mยฒ yang berlokasi di pabrik Cileungsi untuk disewakan kepada pihak ketiga.

Manajemen KIA mengungkapkan bahwa industri manufaktur keramik domestik hingga akhir 2025 masih berada dalam fase pemulihan yang belum sepenuhnya stabil akibat fluktuasi harga energi dan biaya logistik. Di sisi lain, pasar penyewaan properti logistik dan gudang dinilai menjanjikan profitabilitas yang lebih stabil melalui kontrak jangka menengah dan panjang.

Untuk merealisasikan rencana ini, KIA mengalokasikan investasi sebesar Rp3.536.000.000 (tiga miliar lima ratus tiga puluh enam juta Rupiah) yang bersumber sepenuhnya dari kas internal Perseroan. Kendati melakukan ekspansi ke sektor real estat, manajemen menegaskan bahwa langkah ini tidak akan mengubah fokus utama perusahaan pada industri manufaktur dan distribusi keramik.

Berdasarkan laporan studi kelayakan independen dari KJPP Dasa'at, Yudistira dan Rekan (DYR) tertanggal 11 Juni 2026, proyeksi penambahan usaha ini dinyatakan layak. Analisis keuangan menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) investasi berada di angka Rp4,695 miliar dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 37,56%, jauh di atas tingkat diskonto acuan yang sebesar 9,55%. Seluruh nilai investasi awal pun diperkirakan dapat kembali (payback period) dalam jangka waktu 2 tahun 11 bulan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2