Ekspor Urea Indonesia Tiba di Australia, Perkuat Pasokan Pupuk Kawasan

Ekspor Urea Indonesia Tiba di Australia, Perkuat Pasokan Pupuk Kawasan
Bacakan Artikel

Sebagai produsen pupuk dengan kapasitas mencapai 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesiaย memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus mendukung kebutuhanย pasar regional. Pada 2026, produksi urea Pupuk Indonesia ditargetkan mencapai 7,8 juta ton,ย sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton, sehingga terdapat ruang yangย memadai untuk melakukan ekspor tanpa mengganggu pasokan bagi petani Indonesia.

โ€œArahan dari Bapak Presiden adalah, pertama penuhi dulu kebutuhan pupuk dalam negeri untukย para petani kita. Kita memiliki kapasitas yang memang lebih besar dari kebutuhan petani diย Indonesia,โ€ kata Rahmad.

Kemampuan Indonesia untuk berkontribusi terhadap kebutuhan pupuk kawasan didukung oleh
pengelolaan pasokan yang kuat di dalam negeri. Hingga 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi
tercatat mencapai 1,23 juta ton, sementara realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah
mencapai 4,61 juta ton atau meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.

Chief Digital & Data Officer (First Assistant Secretary) Kementerian Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Chalmers menyampaikan apresiasi atas
kedatangan urea dari Indonesia ke Australia. Menurutnya, realisasi pengiriman tersebut
mencerminkan eratnya hubungan dan kemitraan strategis antara kedua negara.

โ€œKedatangan urea dari Indonesia hari ini menjadi cerminan eratnya kemitraan serta
persahabatan antara Australia dan Indonesia. Pasokan pupuk ini memberikan kepastian bagi
para petani, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan Australia dan kawasan yang
lebih luas,โ€ kata dia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: