Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Panas Bumi Dunia, PGEO Usung Beyond Electricity di IIGCE 2025

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus meneguhkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem panas bumi di Indonesia, mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong Indon...

Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Panas Bumi Dunia, PGEO Usung Beyond Electricity di IIGCE 2025
Bacakan Artikel

PGE juga menyuguhkan pengalaman unik dengan menyajikan kopi arabika Canaya dan kopi robusta Beloe Klasik. Kedua produk kopi ini dihasilkan melalui pemanfaatan langsung panas bumi yang ada di PLTP Kamojang dan PLTP Ulubelu.

Inovasi ini mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU. โ€œMasyarakat harus tahu bahwa panas bumi tidak hanya untuk listrik tapi juga untuk masyarakat. Pemanfaatan langsung uap panas bumi oleh PGE merupakan contoh yang baik. Ini adalah salah satu kebanggaan Indonesia,โ€ ucap Eniya dalam sesi keynote di IIGCE 2025.

Lebih jauh, PGE memperkenalkan pilot project green hydrogen Ulubelu yang baru saja dimulai dengan prosesi groundbreaking pada 9 September 2025. Proyek ini memanfaatkan pasokan listrik 300 MW dari PLTP Ulubelu Unit 3 untuk memproduksi hingga 100 kg green hydrogen per hari. Ditargetkan beroperasi pada kuartal III 2026, proyek ini akan menjadi pusat riset teknologi, kerangka regulasi, hingga model bisnis green hydrogen yang diharapkan dapat dipasarkan secara komersial mulai 2033.

Dalam pidatonya di plenary session IIGCE 2025, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menegaskan signifikansi proyek ini bagi PGE. "Perjalanan ini tidak hanya akan mendiversifikasi bisnis PGE, namun juga memosisikan panas bumi sebagai tulang punggung ekonomi hidrogen di Indonesia. Lebih dari itu, proyek ini menunjukkan bagaimana Indonesia dapat menjadi yang terdepan dalam transisi energi global."

Tidak hanya berfokus pada inovasi, PGE juga menjadikan IIGCE 2025 sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi strategis. Pada ajang ini, PGE menandatangani dua kerja sama penting untuk membangun infrastruktur dan rantai pasok green hydrogen di Indonesia, yaitu Komitmen Kolaborasi dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan Joint Study Agreement dengan PT Pertamina Energy Terminal untuk mengembangkan ekosistem green hydrogen di Indonesia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: