Coinfest Asia 2025 Bawa Inovasi dan Kolaborasi untuk Mendukung Ekosistem Kripto dan Web3

Kripto terus berkembang. Jumlahnya terus bertambah setiap hari. Data dari Tangem, perusahaan teknologi yang bergerak dalam sektor blockchain, menunjukkan bahwa hingga Juli 2025 lalu, terdapat lebih d...

Coinfest Asia 2025 Bawa Inovasi dan Kolaborasi untuk Mendukung Ekosistem Kripto dan Web3
Bacakan Artikel
  • Simple (Mudah): Aries Technologies merancang pengalaman investasi yang praktis. cukup atur di awal, lalu pantau secara berkala (set-and-review). Dengan fitur investasi rutin (DCA) otomatis dan laporan portofolio yang mudah dimengerti, kami membantu membuat keputusan berdasarkan pemahaman, bukan karena takut ketinggalan (FOMO). Metode DCA sendiri terbukti efektif untuk mengurangi stres saat memilih waktu investasi di pasar yang sering naik-turun.
  • Systematic (Terstruktur): Aries Technologies memasang "rambu-rambu" otomatis untuk menjaga investasi user. Fitur seperti alokasi dana sesuai risiko, penyesuaian porsi investasi berdasarkan tingkat gejolak aset, dan penyeimbangan portofolio otomatis, semuanya dirancang untuk menjaga investor tetap pada rencana awal. Di dalam aplikasi, kami juga akan memberikan tips-tips singkat yang relevan.
  • Safety-first (Keamanan Terdepan): Kami menyediakan pilihan. Bagi investor yang lebih nyaman dengan produk yang diawasi pasar modal, kami menyediakan akses ke jalur yang lebih teregulasi (seperti produk berbasis ETF spot Bitcoin/Ethereum). Sementara bagi yang sudah ahli, tersedia opsi untuk memegang dan mengelola aset nya sendiri.

Menurut Fandy โ€œPlatform nya tidak menjanjikan investasi "tanpa risiko". Sebaliknya, kami membangun pagar pengaman agar perjalanan para investor terasa lebih tenang, jelas, dan konsistenโ€.

Keamanan Siber pada teknologi blockchain.

Sementara itu bagaimana tantangan keamanan siber yang dihadapi pada teknologi blockchain saat ini ?

Hendri Arifin, CEO Cybershield.ID yang hadir di Coinfest 2025 memberikan penjelasan, โ€œWalaupun blockchain dikenal lebih aman karena sifatnya yang terdecentralisasi  dan berbasis kriptograpi, tantangan keamanan tetap nyata, terutama dalam konteks implementasi dan interaksi antar sistem.โ€™

Beberapa tantangan nyata dalam kasus terkini adalah Smart Contract Vulnerability, di protokol ResupplyFi di Juni 2025, yang menunjukan bagaimana bug dalam logika smart contract bisa dimanfaatkan untuk mencuri dana. Dalam kasus ini kesalahan perhitungan menyebabkan sistem gagal mengenali rasio jaminan (LTV), memungkinkan penyerang meminjam hampir tanpa collateral dan menyebabkan kerugian hampir $10 Juta.

Salah satu titik rawan paling kritis di dunia blockhain saat ini  Blockhain Bridges, sistem yang menghubungkan antar jaringan. Kasus terkenal adalah peretasan Ronin Bridge (Axie Infinity) pada 2022 dimana $625 Juta dicuri karena kompromi pada validator node.

Teknologi blockchain aman secara desain, tapi tetap sangat bergantung pada eksekusi teknis, keamanan kode, dan faktor manusia. Ancaman nyata datang dari bug di smart contract, kontrol akses yang lemah, phising, serta infrastruktur seperti bridge yang belum resilientโ€

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: