News and Education Versi penuh
market mood

BEI Buka Suara Soal Polemik IPO RANS, Free Float Diklaim Sudah 28,85%

Oleh Fitri Yani 24 Jun 2026 16:07 2 menit baca

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan struktur kepemilikan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk setelah penawaran umum perdana saham (IPO) telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku. Klarifikasi ini disampaikan menyusul polemik di kalangan investor yang mempertanyakan porsi saham publik RANS yang hanya sebesar 20,02%.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa perhitungan free float RANS tidak hanya berasal dari saham baru yang ditawarkan kepada publik dalam IPO, tetapi juga mencakup saham milik pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float.

“Adapun terkait struktur kepemilikan saham, selain saham yang ditawarkan kepada publik dalam Penawaran Umum Perdana Saham sebesar 20,02%, Perseroan juga memiliki pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float Perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85%,” ujar Nyoman kepada Warta Ekonomi, Rabu (24/6/2026).

Menurut Nyoman, dengan komposisi tersebut struktur kepemilikan saham RANS setelah pencatatan telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku di Bursa.

“Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, IPO RANS menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah investor mempertanyakan porsi saham yang dilepas ke publik sebesar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Keraguan investor muncul karena merujuk pada Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A mengenai Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Dalam aturan yang berlaku sejak 31 Maret 2026 tersebut, calon emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun diwajibkan memiliki free float minimal 25%.

Namun demikian, BEI menjelaskan bahwa proses evaluasi pencatatan saham RANS tidak mengacu pada aturan baru tersebut. Bursa menyebut dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah diterima sebelum Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mulai berlaku.

“Sehubungan dengan rencana IPO PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, perlu kami sampaikan bahwa dokumen permohonan pencatatan saham Perseroan telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada tanggal 31 Maret 2026, maka proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima. Hal ini sebagaimana Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5,” ujar Nyoman.

Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan pada 23 Juni 2026, RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan membidik dana segar hingga Rp429,25 miliar dengan kisaran harga penawaran Rp135-Rp170 per saham.

Berdasarkan jadwal indikatif dalam prospektus, saham RANS direncanakan mulai tercatat dan diperdagangkan di BEI pada 10 Juli 2026.

Topik terkait
RANS IPO RANS Free Float BEI Bursa Efek Indonesia